Bahaya “Pagar Makan Tanaman”: Jika Tengkulak Menjadi Pengurus KDKMP

Konflik Kepentingan: Apa Jadinya Jika Tengkulak Menjadi Pengawas atau Pengurus KDKMP?

Pembangunan masif Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan untuk memandirikan ekonomi warga. Namun, apa yang terjadi jika posisi kunci seperti Pengurus atau Pengawas justru diduduki oleh orang yang memiliki profesi sebagai tengkulak?

Kondisi ini ibarat “pagar makan tanaman”. Bukannya melindungi kepentingan anggota, koperasi justru berisiko menjadi alat untuk memperkuat praktik yang selama ini ingin kita berantas. Berikut adalah dampak buruk yang bisa terjadi:

1. Terjadinya Konflik Kepentingan (Conflict of Interest)

Tujuan utama tengkulak adalah membeli dengan harga serendah mungkin untuk dijual setinggi mungkin. Sementara itu, tujuan KDKMP adalah memberikan harga beli yang adil bagi petani (anggota). Jika seorang tengkulak menjadi pengambil kebijakan, ia akan sulit bersikap objektif. Besar kemungkinan ia akan mengarahkan kebijakan koperasi agar tidak menyaingi bisnis pribadinya.

2. Monopoli Informasi dan Harga

Pengurus memiliki akses terhadap data stok anggota, kebutuhan pasar, dan pendanaan. Jika data ini dikuasai oleh oknum yang masih bermain sebagai tengkulak, ia bisa memanipulasi informasi agar anggota tetap bergantung padanya, bukan pada sistem koperasi yang sehat.

3. Melemahkan Daya Tawar Koperasi

KDKMP seharusnya menjadi benteng petani. Namun, jika “sang penjaga benteng” adalah bagian dari sistem tengkulak, maka koperasi tidak akan pernah melakukan hilirisasi atau mencari jalur distribusi langsung ke pabrik/konsumen besar. Koperasi hanya akan menjadi “tengkulak berbaju organisasi”.

4. Hilangnya Kepercayaan Anggota

Modal utama koperasi adalah kepercayaan (trust). Saat warga mengetahui bahwa pengelola koperasi adalah orang yang selama ini menekan harga di tingkat bawah, warga akan enggan menyetor simpanan atau menjual hasil panen ke koperasi. Hal ini akan menyebabkan KDKMP mati suri karena ditinggalkan anggotanya.

5. Risiko Penyelewengan Dana

Pengawas seharusnya bertugas mengontrol aliran uang. Jika pengawas memiliki kepentingan pribadi sebagai pemain pasar, ada risiko dana koperasi (seperti modal pinjaman untuk petani) justru dialihkan untuk membiayai aktivitas spekulasi yang menguntungkan kelompok tertentu.


Kesimpulan: Pentingnya Pakta Integritas

Membangun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sehat membutuhkan pengurus yang berjiwa kewirausahaan, namun bersih dari konflik kepentingan. Masyarakat harus jeli dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk memastikan bahwa yang dipilih adalah mereka yang benar-benar berjuang untuk kemakmuran bersama, bukan untuk memperkaya diri melalui jalur “belakang”.